|

MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN SEJARAH

Ditulis Oleh : Risaldi Danang Adi Saputro, Guru Mapel Sejarah

 Pendidikan merupakan suatu sistem yang teratur dan mengemban misi yang cukup luas yaitu segala sesuatu yang saling bertautan dengan perkembangan pikiran, kemauan, keterampilan, fisik, kesehatan, sosial sampai kepada masalah keimanan atau kepercayaan. Hal ini menunjukkan bahwasanya sekolah sebagai satu lembaga pendidikan formal mempunyai suatu muatan beban yang cukup berat dalam melaksanakan misi pendidikan tersebut. Terlebih jikalau dikaitkan dengan pesatnya perkembangan dan perubahan zaman dewasa ini yang tentu sangat berpengaruh terhadap peserta didik dalam berfikir, berperilaku  dan bersikap, khususnya terhadap mereka yang masih dalam tahap perkembangan atau transisi untuk mencari identitas diri.

Pendidikan bagi kehidupan manusia adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa adanya pendidikan mustahil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang dengan cita-cita untuk maju, sejahtera, dan bahagia menurut konsep pandangan hidupnya. Dalam konsep sederhana bisa diartikan bahwa pendidikan merupakan sebuah proses humanisasi manusia agar sesuai dengan nilai-nilai yang dianut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sejarah adalah mata pelajaran yang berpengaruh terhadap pembangunan karakter bangsa. Sejarah yang menguraikan cerita kolektif dari suatu komunitas atau masyarakat menjadi salah satu aspek yang membentuk kepribadian nasional, berawal dari memori pribadi pada kolektif dan bermuara pada satu tujuan yaitu kesadaran identitas nasional melalui sejarah bangsanya

Ilmu Sejarah dan Pendidikan Sejarah

Mayoritas orang akan menganggap bahwa ilmu sejarah dan pendidikan sejarah adalah dua disiplin ilmu yang sama. Tapi pada hakekatnya Pendidikan Sejarah berbeda dengan Ilmu Sejarah. Pendidikan Sejarah memiliki subyek kajian kemanusiaan manusia muda. Di sisi lain, Ilmu Sejarah menempatkan sebuah peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu sebagai subyek kajian. Perbedaan juga terdapat pada aspek epistemologi masing-masing disiplin ilmu. Pendidikan Sejarah bertujuan untuk menanamkan dan mengembangkan kesadaran sejarah dalam diri generasi muda, sedangkan Ilmu Sejarah bertujuan untuk menyusun penjelasan ( eksplanasi ) tentang peristiwa sejarah yang terjadi di masa lampau. Oleh sebab itu secara epistemologis berbeda, maka fokus aktivitasnya pun berbeda.

Pendidikan Sejarah menekankan aktivitasnya pada pembelajaran, sedangkan Ilmu Sejarah memfokuskan pada penelitian. hasil dari semua proses yang dilakukan oleh Pendidikan Sejarah adalah terbentuknya generasi muda dengan berkesadaran sejarah, yakni menjadikan pengalaman historis sebagai referensi dalam menyikapi kehidupan masa kini. Di sisi lain, pergumulan yang dilakukan oleh Ilmu Sejarah bermuara pada lahirnya historiografi yang memiliki kebenaran ilmiah, yaitu didukung oleh sumber yang memadai (korespondensi) dan selaras dengan kebenaran umum (koherensi).

Meskipun berbeda secara hakiki, Pendidikan Sejarah memiliki hubungan yang erat dengan Ilmu Sejarah. Keeratan hubungan itu terutama pada tahap persiapan pembelajaran, yaitu di dalam penyusunan bahan ajar. Untuk menanamkan kesadaran sejarah, Pendidikan Sejarah membutuhkan hasil kajian Ilmu Sejarah yang berupa historiografi

Pendidikan Sejarah dalam Membangun Karakter Bangsa

Menurut Sartono Kartodirjo sejarah nasional sebagai tuangan pengalaman kolektif bangsa merupakan karakteristik pokok bagi bangsa yang bersangkutan. Hal ini menunjukan bahwa identitas kolektif menunjukan kepada kepribadian nasional. Maka kesadaran sejarah akan memperkokoh eksistensi dan identitas serta kepribadian suatu bangsa untuk mewujudkan character building national melalui rasa bangga akan sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia sehingga warisan nilai-nilai luhur budaya bangsa tetap lestari.

Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang akan selalu menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, utamanya mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Dari sejarah, kita dapat mempelajari apa saja yang memengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah negara atau sebuah peradaban. Kita juga dapat mempelajari latar belakang alasan kegiatan politik, pengaruh dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam, sepanjang zaman.

Oleh karena itu, pemahaman sejarah perlu dimiliki setiap orang sejak dini agar mengetahui dan memahami makna dari peristiwa masa lampau sehingga dapat digunakan sebagai landasan sikap dalam menghadapi kenyataan pada masa sekarang serta menentukan masa yang akan datang. Artinya sejarah perlu dipelajari sejak dini oleh setiap individu baik secara formal maupun nonformal, Keterkaitan individu dengan masyarakat atau bangsanya memerlukan terbentuknya kesadaran pentingnya sejarah terhadap persoalan kehidupan bersama seperti: nasionalisme, persatuan, solidaritas dan integritas nasional. Terwujudnya cita-cita suatu masyarakat atau bangsa sangat ditentukan oleh generasi penerus yang mampu memahami sejarah masyarakat atau bangsanya.

Referensi :

Amirruddin., Peran sejarah dalam membangun karakter, Makassar : UNM

Goble. Frank G., 1991, Mazhab Ketiga: Psikologi Humanistik Abraham Maslow, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Munir Abdullah, 2010, Pendidikan Karakter, Yogyakarta: Pedagogia.

Nasution. S., 1995, Sosiologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara.

Similar Posts